Kondisi aki sering kali baru mendapat perhatian ketika mobil mulai sulit dinyalakan. Padahal, ada tanda yang bisa terlihat lebih awal, salah satunya adalah munculnya kerak atau serbuk berwarna putih, kebiruan, atau kehijauan di sekitar kepala atau terminal aki.
Kerak tersebut berkaitan dengan proses korosi dan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat memengaruhi kinerja aki serta sistem kelistrikan kendaraan.
Jika kondisi aki yang berkerak mulai terlihat, pemeriksaan rutin mobil dapat membantu mengetahui penyebabnya sebelum masalah berkembang lebih lanjut.
Namun, agar Anda dapat mengantisipasinya, kenali berbagai penyebab kepala aki mobil berkerak dan dampaknya berikut ini.
Penyebab Kepala Aki Mobil Berkerak
Kerak dapat muncul pada aki basah maupun aki kering. Secara umum, kondisi ini berkaitan dengan reaksi antara zat dalam aki, logam pada terminal, serta udara atau kelembapan di sekitarnya. Berikut beberapa penyebab aki berkerak:
1. Usia Aki Sudah Lama
Semakin lama digunakan, kondisi komponen aki dapat menurun. Aki yang sudah berumur juga lebih rentan mengalami korosi di sekitar terminal.
Jika kerak mulai muncul bersamaan dengan gejala lain seperti starter terasa lebih berat atau performa kelistrikan menurun, sebaiknya jangan hanya memperhatikan bagian luarnya.
Kondisi aki perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui apakah aki masih layak digunakan atau sudah perlu diganti. Dengan begitu, sumber masalah dapat ditangani dengan lebih tepat dan bukan hanya menghilangkan kerak yang terlihat.
2. Pengisian Daya Berlebihan
Pengisian daya berlebihan (overcharging) juga dapat memicu terbentuknya kerak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan suhu dan tekanan di dalam aki.
Pada keadaan tertentu, elektrolit dapat terdorong keluar dan bereaksi dengan bagian logam di sekitar terminal sehingga memicu korosi.
Mengingat penyebabnya dapat berkaitan dengan sistem pengisian kendaraan, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada kondisi terminal saja. Sistem kelistrikan dan pengisian aki juga perlu diperiksa agar masalah yang sama tidak terus berulang.
3. Aki Mengalami Kebocoran atau Kerusakan
Kerusakan pada aki dapat menyebabkan cairan elektrolit keluar dan mengenai area terminal. Ketika cairan tersebut bereaksi dengan logam dan udara, kerak atau korosi dapat terbentuk.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih karena membersihkan kerak saja belum tentu dapat mengatasi sumber masalah.
Jika terdapat tanda kebocoran, perubahan bentuk pada aki, atau kerak yang terus muncul kembali setelah ditangani, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel untuk memastikan kondisi aki.
Baca juga: Kenali 11 Merek Aki Mobil Terbaik dan Tips Memilihnya
Dampak Kerak pada Kepala Aki Jika Dibiarkan
Kerak pada kepala aki bukan hanya mengganggu tampilan, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan antara aki dan sistem kelistrikan kendaraan. Jika dibiarkan terlalu lama, beberapa dampak berikut dapat terjadi.
1. Mobil Menjadi Lebih Sulit Dinyalakan
Kerak yang menumpuk pada terminal aki dapat menghambat aliran listrik dari aki ke sistem kendaraan. Akibatnya, daya yang dibutuhkan saat proses starter tidak tersalurkan secara optimal sehingga mobil bisa terasa lebih sulit dinyalakan.
2. Sistem Kelistrikan Menjadi Kurang Stabil
Koneksi terminal aki yang terganggu juga dapat memengaruhi berbagai komponen kelistrikan. Misalnya, lampu kendaraan terlihat lebih redup, perangkat elektronik bekerja kurang stabil, atau respons beberapa fitur kelistrikan menjadi tidak seperti biasanya.
3. Kinerja Aki Menurun
Korosi pada kepala aki dapat membuat distribusi daya menjadi kurang maksimal meskipun aki masih memiliki kapasitas listrik. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, performa aki dapat menurun dan masalah kelistrikan berpotensi semakin sering terjadi.
4. Terminal Aki Bisa Mengalami Kerusakan
Kerak atau korosi yang terus menumpuk dapat mengikis bagian terminal aki. Jika sudah cukup parah, terminal bisa mengalami kerusakan sehingga tidak cukup hanya dibersihkan dan mungkin memerlukan penanganan atau penggantian komponen.
5. Masalah pada Aki Bisa Semakin Parah
Kerak yang terus muncul juga dapat menjadi tanda adanya masalah lain, seperti kebocoran aki atau gangguan pada sistem pengisian daya. Jika hanya dibiarkan tanpa pemeriksaan, penyebab utamanya dapat berkembang dan membuat aki lebih cepat bermasalah atau soak.
Baca juga: Rekomendasi Klem Aki Mobil yang Bagus dan Tips Memilihnya
Cara Mengatasi Kepala Aki Berkerak
Kerak di kepala aki memang bisa dibersihkan sendiri. Namun, penanganan yang kurang tepat berisiko menimbulkan korsleting, merusak terminal, atau membuat penyebab sebenarnya tidak teridentifikasi.
Meskipun Anda bisa melakukan pembersihan sendiri, lebih baik penanganannya dilakukan di bengkel agar kondisi aki dan sistem kelistrikan dapat diperiksa dengan aman dan menyeluruh.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan saat menemukan kepala aki mobil berkerak:
1. Lakukan Pemeriksaan Kondisi Aki Secara Menyeluruh
Jangan hanya fokus pada menghilangkan kerak yang terlihat. Kondisi aki secara keseluruhan perlu diperiksa untuk mengetahui apakah masalahnya berasal dari usia aki, kebocoran, terminal, atau sistem pengisian kendaraan.
Anda dapat ganti aki mobil NAWILIS untuk mendapatkan pengecekan aki secara menyeluruh sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi kendaraan.
2. Pastikan Sistem Kelistrikan Turut Diperiksa
Jika kerak muncul kembali setelah sebelumnya dibersihkan, ada kemungkinan masalahnya tidak hanya terjadi pada terminal. Sistem pengisian dan kelistrikan mobil juga perlu diperhatikan agar penyebab kerak dapat diketahui dan tidak terus berulang.
Pemeriksaan aki ini berkaitan dengan komponen kelistrikan kendaraan sehingga sebaiknya dilakukan oleh teknisi profesional dengan peralatan yang sesuai.
3. Ganti Aki Jika Kondisinya Sudah Tidak Layak
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa aki sudah lemah, rusak, atau tidak lagi layak digunakan, penggantian dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Penggantian aki sebaiknya mengikuti prosedur khusus agar pemasangannya dilakukan dengan benar dan tidak mengganggu sistem kelistrikan kendaraan.
NAWILIS menyediakan produk aki asli, berkualitas, dan bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobil. Salah satu merek yang saat ini menjadi fokus adalah Schaeffler. Anda juga dapat melihat alternatif lainnya dengan menjelajahi produk battery yang tersedia di NAWILIS.
4. Gunakan Aki Asli dan Berkualitas
Apa pun kondisi aki sebelumnya, gunakan produk asli dan berkualitas agar performa kelistrikan kendaraan tetap terjaga. Pemilihan aki yang sesuai dengan spesifikasi mobil juga penting untuk membantu mengurangi risiko aki cepat bermasalah, berkerak, atau soak kembali.
5. Lakukan Pemeriksaan Berkala di Bengkel Tepercaya
Pemeriksaan berkala membantu Anda mengetahui kondisi aki sebelum masalah yang lebih serius muncul. Untuk penanganan yang lebih aman, percayakan kendaraan kepada bengkel yang memiliki teknisi profesional dan peralatan yang lengkap.
NAWILIS memiliki pengalaman sebagai spesialis spooring-balancing yang konsisten sejak 1963, menggunakan alat canggih dan lengkap, serta ditangani oleh teknisi profesional di bidangnya. NAWILIS juga menjadi rujukan bagi berbagai bengkel umum maupun resmi di Indonesia.
Anda juga dapat memanfaatkan promo pengecekan ban dan aki NAWILIS sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jangan tunggu hingga kerak semakin tebal atau mobil mulai sulit dinyalakan.
Segera kunjungi cabang NAWILIS terdekat yang tersedia di lebih dari 20 lokasi, atau hubungi WhatsApp NAWILIS Auto Service Center untuk menjadwalkan servis atau memperoleh informasi lebih lanjut.


