Popularitas mobil listrik terus meningkat karena menawarkan teknologi modern dan emisi yang lebih rendah. Di sisi lain, muncul kekhawatiran yang membuat banyak orang bertanya apakah mobil listrik aman digunakan dalam jangka panjang.
Kabar tentang mobil listrik yang terbakar pun semakin memicu berbagai anggapan di masyarakat. Benarkah anggapan tersebut sesuai dengan fakta atau hanya dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini untuk memahami faktanya dengan lebih jelas.
Apakah Mobil Listrik Lebih Rawan Terbakar?
Banyak orang beranggapan bahwa mobil listrik lebih mudah terbakar karena menggunakan baterai. Padahal, data yang tersedia justru menunjukkan hal yang berbeda.
Berdasarkan data yang dirangkum oleh Fire Rover, mobil listrik mengalami sekitar 25 kasus kebakaran per 100.000 unit yang terjual. Sebagai perbandingan, mobil berbahan bakar bensin mengalami sekitar 1.530 kasus kebakaran per 100.000 unit yang terjual. Artinya, secara statistik, risiko mobil listrik terbakar jauh lebih rendah dibandingkan dengan mobil konvensional.
Perbedaan ini salah satunya disebabkan oleh karakteristik kedua jenis kendaraan tersebut. Pada mobil berbahan bakar bensin, terdapat bahan bakar yang mudah terbakar, sistem pembakaran internal, serta berbagai komponen yang bekerja pada suhu tinggi.
Sementara itu, mobil listrik tidak menggunakan bahan bakar cair sehingga sumber risiko kebakarannya berbeda dan umumnya berkaitan dengan kerusakan baterai atau sistem kelistrikan.
Penyebab Mobil Listrik Terbakar
Mobil listrik dapat terbakar dalam kondisi tertentu, meskipun kasusnya tergolong jarang. Penyebabnya pun beragam. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mobil listrik terbakar:
1. Kerusakan atau Cacat pada Baterai
Baterai merupakan komponen utama yang menyimpan energi untuk menggerakkan mobil listrik. Apabila terjadi kerusakan akibat benturan, usia pakai, atau cacat produksi, sel baterai dapat mengalami peningkatan suhu yang tidak terkendali (thermal runaway).
Meski demikian, kasus seperti ini tergolong jarang. Produsen mobil listrik umumnya telah membekali kendaraan dengan sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) yang berfungsi memantau suhu, tegangan, dan kondisi baterai agar tetap aman saat digunakan.
Baca juga: Apa Itu Mobil Hybrid? Solusi Kendaraan Hemat Bahan Bakar
2. Benturan Keras akibat Kecelakaan
Kecelakaan dengan benturan yang sangat keras dapat merusak paket baterai atau sistem kelistrikan pada mobil listrik. Kerusakan tersebut berpotensi menyebabkan korsleting di dalam baterai atau kabel bertegangan tinggi yang kemudian menghasilkan panas berlebih.
Namun, tidak semua kecelakaan akan menyebabkan mobil listrik terbakar. Meski begitu, jika mobil mengalami kecelakaan serius, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi atau bengkel tepercaya untuk memastikan kondisi baterai tetap aman.
3. Penggunaan Charger yang Tidak Sesuai
Penggunaan charger yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga bisa menjadi salah satu penyebab mobil listrik terbakar dan meningkatkan risiko gangguan pada sistem pengisian daya baterai.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan panas berlebih selama proses pengisian. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memengaruhi performa baterai dan komponen kelistrikan lainnya.
4. Paparan Suhu Ekstrem atau Panas Berlebih
Baterai mobil listrik dirancang agar dapat bekerja dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk saat cuaca panas. Namun, paparan suhu yang sangat tinggi dalam waktu lama tetap dapat memengaruhi kinerja baterai.
Ketika suhu baterai meningkat secara berlebihan dan tidak dapat dikendalikan dengan baik, komponen di dalamnya berisiko rusak. Pada kondisi yang sangat ekstrem, hal ini dapat memicu panas berlebih sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
5. Thermal Runaway pada Baterai
Thermal runaway terjadi ketika satu sel baterai mengalami kerusakan atau panas berlebih. Hal ini dapat memicu kenaikan suhu secara berantai pada sel lain di sekitarnya. Akibatnya, suhu baterai terus meningkat hingga berpotensi menyebabkan kebakaran.
Selain memicu api, thermal runaway juga dapat melepaskan gas yang mudah terbakar dan berbahaya bagi lingkungan di sekitarnya.
Baca juga: 6 Penyebab Mobil Tidak Bisa Distarter dan Solusinya
Cara Mencegah Mobil Listrik Terbakar
Meskipun risiko mobil listrik terbakar tergolong rendah, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan untuk menjaga keamanan kendaraan. Anda dapat mengurangi berbagai faktor yang berpotensi memicu gangguan pada baterai maupun sistem kelistrikan. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
1. Gunakan Charger yang Sesuai Standar Pabrikan
Selalu gunakan charger yang direkomendasikan atau telah memenuhi standar pabrikan. Penggunaan charger yang sesuai membantu menjaga kestabilan arus listrik selama pengisian daya sekaligus mengurangi risiko panas berlebih pada baterai dan sistem kelistrikan mobil.
2. Hindari Mengisi Daya di Instalasi Listrik yang Bermasalah
Pastikan instalasi listrik yang digunakan untuk mengisi daya dalam kondisi baik dan mampu memenuhi kebutuhan daya mobil listrik. Hindari menggunakan stopkontak, kabel ekstensi, atau instalasi yang rusak karena dapat meningkatkan risiko korsleting maupun panas berlebih.
3. Segera Periksa Jika Muncul Tanda Kerusakan pada Baterai
Jangan abaikan tanda-tanda seperti munculnya peringatan pada panel instrumen, baterai cepat habis, bau tidak biasa, atau suhu baterai yang terasa lebih panas dari biasanya. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih serius pada baterai maupun sistem kelistrikan kendaraan.
4. Parkir di Tempat yang Teduh dan Tidak Terpapar Panas Berlebih
Sebisa mungkin parkirkan mobil di area yang teduh atau memiliki sirkulasi udara yang baik, terutama saat cuaca panas. Langkah ini membantu menjaga suhu baterai tetap stabil serta mendukung kinerja sistem pendingin kendaraan.
5. Rutin Cek Kondisi Mobil Listrik secara Berkala
Perawatan berkala merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga keamanan dan performa mobil listrik. Servis berkala membantu memastikan baterai, sistem kelistrikan, dan komponen pendukung lainnya tetap berfungsi dengan baik. Anda juga dapat melakukan pemeriksaan sederhana, seperti memastikan tidak ada kerusakan pada charger atau kabel pengisian daya.
Meski begitu, pemeriksaan pada baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman. Dengan begitu, potensi gangguan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani dengan tepat sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Demikian penjelasan mengenai penyebab, risiko, hingga cara mencegah mobil listrik terbakar. Pada dasarnya, risiko kebakaran dapat diminimalkan selama kendaraan digunakan sesuai dengan anjuran pabrikan dan dirawat secara rutin.
Oleh karena itu, pastikan kondisi mobil listrik Anda selalu diperiksa secara menyeluruh di bengkel tepercaya agar performa, keamanan, dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Untuk menjaga performa dan keamanan mobil, percayakan perawatan rutin kepada NAWILIS. Tersedia berbagai layanan, seperti spooring balancing, bubut disc brake (piringan rem), engine flush/carbon clean, ganti ban, ganti oli, ganti aki, tune up mobil, hingga uji emisi mobil yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan Anda.
Sebagai spooring-balancing specialist sejak tahun 1963, NAWILIS didukung oleh peralatan modern dan lengkap, serta teknisi profesional di bidangnya. Tidak hanya itu, NAWILIS juga menjadi rujukan bagi berbagai bengkel umum maupun bengkel resmi di Indonesia.
Jika membutuhkan ban, oli, atau sparepart, NAWILIS menyediakan berbagai pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan budget Anda.
Agar perawatan kendaraan semakin hemat, NAWILIS juga menghadirkan promo Happy Hour berupa diskon jasa servis yang berlaku pada hari dan jam tertentu.
Anda bisa mengunjungi lebih dari 20 cabang NAWILIS yang tersebar di berbagai kota untuk mengklaim promo ini dan mendapatkan layanan terbaik dari teknisi berpengalaman.
Temukan cabang NAWILIS terdekat di kota Anda dan segera jadwalkan servis rutin agar mobil listrik Anda tetap nyaman dikendarai serta selalu dalam kondisi prima!
Baca juga: Ini 9 Penyebab Mobil Mogok yang Sering Terjadi, Wajib Tahu!


